Breast Cancer - Kanker payudara

Oleh; Admin

Bayangkan seorang ibu berjalan di sepanjang jalan dengan anaknya yang masih kecil. Anak itu memantulkan bola, menjatuhkannya, dan bola menggelinding ke jalan. Secara naluri anak berjalan cepat mengejar bola tsb. Bayangkan pada saat itu ada mobil di tikungan dan menabrak anak tsb. Bagaimana ibunya bereaksi? Kecelakaan tidak terduga, dramatis, dan emosional, ia tidak tahu cara untuk menangani hal tsb. Dia seketika akan masuk ke respon fight-flight-freeze (Stress).

Jika emosi utamanya adalah kekhawatiran (symptom phase 1) untuk kelangsungan hidup anak, dia juga akan mendapatkan pertumbuhan sel-sel kelenjar payudara pada payudara baik kanan atau kirinya (ini tergantung pada kabel neurologis, dan hanya akan terjadi pada satu sisi, tidak seperti selama kehamilan). Pertumbuhan yang tidak dapat dijelaskan, jika didiagnosis oleh dokter, kemungkinan akan dicap sebagai kanker payudara (symptom phase 2). Jadi mengapa hal itu terjadi? Ini adalah program darurat (Pikiran bawah sadar) untuk memungkinkan wanita untuk menghasilkan susu untuk memelihara anak kembali sehat. Ini adalah respon yang bermakna biologis.
Dari kajian Harvard University menyatakan faktor unresolved emotions penyebab penyakit yang mengambil peranan paling besar yaitu 70%, namun sayang sejak abad 16, Rene Descartes memisahkan manusia antara Pikiran dan Tubuh, sehingga dunia kedokteran hanya melihat manusia seperti ROBOT. Suatu kekeliruan yang terus berlanjut sampai sekarang.

Komentar