Ingin Sehat, Berkomunikasilah dengan Tubuh..

By: Garlia Sukma

“Kekayaan” yang paling berharga dan paling hakiki bagi hidup kita adalah iman. Tanpa iman, pangkat, jabatan dan ketenaran tidak berarti apa-apa di hadapan Allah. Setelah keimanan, harta yang paling berharga adalah kesehatan. Tanpa kesehatan jasmani, keimanan tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Bahkan terkadang keimanan luntur gara-gara kita sakit. Banyak contoh seseorang yang awalnya beriman dan gemar beramal sholeh, karena sakit yang tidak kunjung sembuh, akhirnya berkeluh kesah bahkan tertarik untuk mengobati sakitnya ke pengobatan alternatif yang berbau syirik. Sungguh sangat disayangkan bila hal ini terjadi.

Dengan berbadan sehat, segala aktivitas dapat kita lakukan. Termasuk dalam mengaplikasikan keimanan. Contohnya sholat, saat tubuh sehat berapa rokaat pun kita sanggup melaksanakannya walau sambil berdiri. Tapi saat tubuh terasa sakit, 2 rokaat sambil dudukpun terasa sulit.
Oleh karena itulah, orang yang sakit akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali sehat, berapa pun biayanya akan diupayakan sekuat tenaga. Pada saat seperti inilah terasa bahwa sehat itu mahal dan berharga.
Setidaknya itulah yang aku rasakan, ketika tiba-tiba penyakit menyerang, menghentikan segala aktivitas, terutama aktivitas dalam rangaka syiar Islam. Namun beruntung Allah masih menancapkan iman di dada, sehingga ajakan teman untuk berobat ke paranormal tidak sedikit pun menarik minatku. Sebab kalau saat sakit berobat ke paranormal, sama artinya dengan sudah jatuh tertimpa tangga, tertimpa runtuhan pula.....ala mak!

Pilihan tempat aku berobat jatuh ke Dr. Husen’s Holistic Tourist Hospital d Purwakarta. Karena di sana metode pengobatannya menggunakan obat-obat herbal bebas kimia, tetapi dipadukan dengan peralatan teraphy medis yang canggih. Pengobatan pun dilakukan dengan merubah pola makan agar pengobatan lebih menyeluruh, tidak hanya menghilangkan rasa sakit, tetapi menghilangkan sumber penyakit

Tidak seperti di rumah sakit pada umumnya, disini pasien tidak ada yang dipasang alat infuse selama pasien itu bisa makan dan minum. Hari-hariku disana diisi dengan olahraga pernafasan, mnambah ilmu tentang berbagai penyakit, melakukan berbagai latihan dan teraphy serta bersosialisasi dengan pasien-pasien lain yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Makananku hanya buah dan sayuran yang dikukus, sehingga dalam dua hari saja hasil pemeriksaan darahku langung normal semua. Ternyata betul, makanan yang diperlukan untuk tubuh bukanlah makanan yang mahal, mewah, dan enak, akan tetapi makanan yang mengandung nutrisi yang cukup tanpa zat-zat additif sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh seperti buah-buahan dan sayuran.

Selain itu, di rumah sakit ini, kita belajar bagaimana “tubuh menjadi dokter yang baik” bagi diri kita. Tahukah anda bahwa selama ini tubuh mengajak berkomunikasi dengan kita? Rasa haus, lapar, ngantuk, pusing, lelah, demam, mual, mulas dan sebagainya adalah CARA TUBUH MENYAMPAIKAN KEINGINANNYA PADA KITA. Bila kita lengah atau lalai, maka tubuh pun memberi tahu kita akan adanya gejala penyakit. Contohnya, saat tubuh ingin makan, maka ia memberi sinyal lapar, bila kita abaikan rasa lapar terus menerus, maka tubuh akan mengeluhkan adanya bahaya penyakit yaitu rasa pusing, mual, perih, kembung..dan sebagainya. Ini harus kita respon dengan melakukan suatu perbaikan yang nyata , caranya yaitu : memberi nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh, detoksifikasi (pembersihan tubuh dari toksik/racun) dan memberi hak tubuh untuk istirahat. Bila komunikasi kita dengan tubuh baik, maka akan semakin mudah kita mencegah penyakit datang.

Sungguh Rasulullah saw telah memberi kita teladan yang baik dalam menjaga tubuh agar tetap sehat. Dalam sabdanya Rasulullah berpesan agar kita makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Ini mungkin maksudnya agar kita dapat memilah dan memilih makanan yang baik untuk tubuh saat kita makan sebelum lapar, tapi bila kita makan sesudah atau saat lapar, nafsulah yang berbicara untuk memanjakan lidah. Berhenti sebelum kenyang sangat baik untuk tubuh, untuk memberi ruang pada air minum, selain itu perut yang kekenyangan akan mengundang penyakit.
Rasulullah saw memberi contoh pada kita untuk puasa sunnah, baik itu puasa senin kamis, puasa Daud (sehari makan sehari buka), maupun puasa 3 hari di pertengahan bulan. Hal ini ditinjau dari segi kesehatan adalah untuk mengistirahatkan organ tubuh terutama yang ada di dalam perut kita. Sehingga ibarat mobil, onderdilnya tidak cepat aus.

Itulah ‘ilmu’ yang aku dapatkan di sana. Namun pengetahuan saja tidaklah cukup, karena terkadang pengetahuan ‘kalah’oleh nafsu. Contohnya di antara pasien yang dirawat ada seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat yang mengalami strook. Setelah berbincang-bincang dengannya, ternyata ia suka sekali wisata kuliner, makan makanan yang enak-enak tak peduli baik atau tidak untuk tubuh. Itulah, betapa ilmu pengetahuan tidak ada artinya bila nafsu mengalahkannya. Untuk itu do’a harus senantiasa kita panjatkan agar kita diberi kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu. Dan tetap yakin bahwa Allahlah yang Maha Penyembuh, Rumah sakit dan obat-obatan hanyalah sarana menuju penyembuhan.

Dalam sakitku, aku selalu mencari hikmah dibalik cobaan yang kualami. Selama aku dirawat i aku berusaha agar diriku tetap memberi manfaat untuk orang lain. Setidaknya memberi secercah keceriaan bagi pasien lain yang mengalami Hopeless. Alhamdulllah, aku merasakan kenikmatan yang lain walau aku sakit.

Komentar

  1. Sungguh Rasulullah saw telah memberi kita teladan yang baik dalam menjaga tubuh agar tetap sehat. Dalam sabdanya Rasulullah berpesan agar JANGANLAH kita makan sebelum lapar ................... dst

    BalasHapus

Posting Komentar